Rumah lama sering kali menyimpan cerita dan kenangan, tapi juga tidak jarang menimbulkan tantangan: dinding retak, atap bocor, hingga tata ruang yang tidak lagi sesuai kebutuhan. Pertanyaannya, bisakah merenovasi rumah lama dilakukan dengan hemat tanpa mengorbankan kualitas? Jawabannya: bisa. Kuncinya ada pada perencanaan yang matang dan strategi tepat.
Menurut Forbes Home, renovasi rumah bisa menjadi investasi cerdas asalkan perencanaan anggaran dilakukan dengan disiplin.
1. Mulai dari Prioritas Utama
Sebelum tergoda mengganti semua bagian rumah, tentukan prioritas: bagian mana yang paling mendesak diperbaiki? Misalnya, perbaikan struktur, atap, dan instalasi listrik harus selalu didahulukan dibanding sekadar estetika.
Tips:
• Buat daftar perbaikan berdasarkan urgensi.
• Jangan ragu melakukan pengecekan menyeluruh dengan bantuan tenaga ahli.
2. Buat Anggaran dan RAB yang Jelas
Renovasi tanpa perhitungan bisa bikin biaya membengkak. Dengan membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB), Anda bisa mengendalikan pengeluaran sesuai prioritas.
Poin penting dalam RAB:
• Perkiraan harga material.
• Upah tenaga kerja.
• Estimasi waktu pengerjaan.
• Dana darurat minimal 10% dari total anggaran.
3. Pilih Material yang Efisien dan Berkualitas
Hemat bukan berarti asal murah. Pilih material yang awet, efisien, dan sesuai fungsi. Misalnya, gunakan keramik dengan kualitas standar untuk area servis, dan material premium hanya untuk ruang utama.
Contoh strategi hemat:
• Pakai cat berkualitas baik agar tidak cepat pudar → hemat biaya pengecatan ulang.
• Gunakan kusen aluminium dibanding kayu solid untuk daya tahan jangka panjang.
4. Manfaatkan Kembali Material Lama
Renovasi hemat bisa dilakukan dengan cara daur ulang material lama. Misalnya, batu bata bekas bisa dipakai ulang, kayu lama bisa dipoles jadi furnitur, atau genteng lama yang masih bagus bisa dipasang kembali. Selain menghemat biaya, langkah ini juga ramah lingkungan.
5. Pilih Kontraktor yang Transparan dan Berpengalaman
Kontraktor berpengalaman tahu cara memberikan solusi hemat tanpa mengorbankan kualitas. Pastikan Anda memilih kontraktor yang transparan dalam perhitungan biaya, memberikan laporan progres rutin, dan siap berdiskusi untuk mencari alternatif terbaik.
Tanda kontraktor yang tepat:
• Memberikan RAB rinci.
• Mampu memberikan rekomendasi material sesuai budget.
• Memiliki portofolio renovasi rumah lama.
6. Kerjakan Secara Bertahap Bila Perlu
Jika dana terbatas, tidak masalah mengerjakan renovasi bertahap. Fokus dulu pada area vital (atap, listrik, struktur), baru lanjut ke area estetika. Strategi ini lebih baik daripada memaksakan semuanya sekaligus lalu kualitas jadi setengah-setengah.
Kesimpulan:
Renovasi rumah lama tidak harus membuat kantong jebol. Dengan menentukan prioritas, membuat anggaran yang jelas, memilih material efisien, memanfaatkan material lama, serta menggandeng kontraktor berpengalaman, Anda bisa mendapatkan rumah lama yang segar kembali tanpa kehilangan kualitas.
Punya rumah lama yang ingin direnovasi?
Konsultasikan bersama Jendela Nusantara, kontraktor terpercaya dengan layanan Design & Build yang rapi, hemat biaya, dan tetap berkualitas.