Marmer adalah salah satu material premium yang sering dipilih untuk menghadirkan kesan mewah pada interior maupun eksterior bangunan. Teksturnya alami, pola alurnya unik, dan kilaunya memberikan nuansa elegan yang sulit ditandingi material lain. Marmer termasuk batuan metamorf dengan porositas alami sehingga membutuhkan teknik pemasangan dan perawatan yang tepat agar tidak mudah bernoda.

Metode Pemasangan Lantai Marmer
Secara umum, ada dua metode yang sering digunakan yaitu sistem basah (wet system) dan sistem kering (dry system).
1. Sistem Basah (wet system)
Sistem ini adalah metode tradisional yang paling banyak digunakan. Caranya, marmer dipasang menggunakan adukan semen atau mortar langsung pada dinding atau lantai.
Langkah pemasangan sistem basah:
- Persiapan permukaan
- Pembuatan adukan (campuran semen, pasir dan air)
- Pemasangan marmer dengan adukan dibagian belakang
- Perataan (leveling)
- Pengisian nat (grouting)
Seperti dijelaskan di The Constructor, sistem basah cocok untuk area dalam ruangan karena lebih ekonomis, namun kelembapan dari adukan bisa menimbulkan noda pada marmer.
Kelebihan: Biaya lebih murah, bahan mudah didapat, cocok untuk interior.
Kekurangan: Pengeringan lama, risiko retak, sulit dibongkar pasang.
2. Sistem Kering (dry system)
Metode modern ini biasanya digunakan untuk fasad bangunan tinggi. Marmer dipasang menggunakan anchor, bracket, atau klip stainless steel yang dikaitkan ke struktur bangunan.
Langkah pemasangan sistem kering:
- Pemasangan rangka
- Pemasangan anchor/klip
- Pemasangan marmer dengan alur (groove)
- Finishong & penyetelan posisi
Menurut Marble Institute of America (MIA), metode ini lebih aman untuk eksterior karena mengurangi risiko retak dan memudahkan bongkar pasang.
Kelebihan: Cepat, presisi, tahan lama, mudah perawatan.
Kekurangan: Biaya lebih mahal, butuh tenaga ahli & desain detail.
Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Baik sistem basah maupun kering, pemasangan marmer memerlukan bahan alat yang tepat, yaitu :
- Marmer big slab
- Semen
- Pasir
- Grout
- Epoxy
- Rangka penahan
- Sealant silikon.
- Waterpass
- Mesin potong marmer
- Palu karet
- Vacuum lifter (untuk panel besar)
- Proteksi Marmer Setelah Pemasangan
Proteksi Marmer Setelah Pemasangan
Setelah pemasangan, proteksi sangat penting agar marmer tidak rusak saat pekerjaan finishing lain berlangsung.
Metode proteksi umum
- Menutup permukaan dengan karton tebal atau karpet pelindung.
- Melindungi sisi marmer dengan corner protector.
- Menggunakan waterproof sheet untuk mencegah noda cairan.
Tips Merawat Lantai Marmer Agar Tetap Indah
Marmer adalah investasi jangka panjang. Dengan perawatan tepat, kilauannya bisa bertahan puluhan tahun.
- Pembersihan rutin: sapu/vacuum setiap hari, pel dengan kain lembut dan pembersih pH netral.
- Pencegahan noda: segera bersihkan tumpahan, gunakan sealant setiap 6–12 bulan.
- Pemeliharaan berkala: poles ulang, lakukan grinding & honing bila marmer kusam.
- Hindari hal berikut: cairan asam, menyeretfurnitur berat, atau membiarkan air menggenang
Untuk inspirasi desain, ArchDaily banyak menampilkan contoh penggunaan marmer dalam arsitektur modern yang bisa jadi referensi.
Kesimpulan:
Pemasangan lantai marmer membutuhkan ketelitian tinggi. Sistem basah cocok untuk interior dengan biaya lebih terjangkau, sementara sistem kering lebih tepat untuk fasad modern yang butuh presisi tinggi. Setelah pemasangan, proteksi dan perawatan rutin menjadi kunci agar marmer tetap indah dan awet.
Jika Anda sedang merencanakan penggunaan marmer pada rumah atau gedung, percayakan pada tim profesional yang berpengalaman. Dengan begitu, marmer bukan hanya mempercantik ruang, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang.